Menu

Mode Gelap
Kolaborasi Pemrov Jabar Bersama UPI, Hadirkan Solusi Kekurangan Guru melalui PROBIDIK Pemrov Jabar Siapkan Bantuan Pendidikan bagi Siswa yang Tidak Lolos PCMB/SPMB APAK Soroti Kinerja Inspektorat, Minta Pengawasan Daerah Tidak Sekadar Formalitas Yayasan Edu Kreasi Akademi Resmi Hadir, Siap Cetak Generasi Unggul Lewat Sinergi Pendidikan dan Kewirausahaan Dipimpin Sosok Muda Kelahiran 90-an, Dua Kampus Bandung dan Palembang Jalin Kerja Sama Tridharma FKSS SMA Jabar Minta Kejelasan Mekanisme Bantuan bagi Sekolah Swasta Kerja Sama

Pemerintahan

Renie Rahayu Fauzi: Kader Program Perempuan Kawal JKN Ditambah Dari 7 Menjadi 31 Orang

badge-check

Renie Rahayu Fauzi: Kader Program Perempuan Kawal JKN Ditambah Dari 7 Menjadi 31 Orang Perbesar

SAMBAS MEDIA – Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi mendukung dan mengapresiasi Program Perempuan Kawal JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang berperan sangat penting dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat di bidang kesehatan, khususnya bagi warga miskin.

Untuk itu Renie mendukung adanya penambahan kader JKN ini yang semula hanya 7 orang untuk menangani warga miskin se-Kabupaten Bandung menjadi 31 kader. Ketujuh orang kader yang ada itu pun, kata Renie, atas hasil kolaborasi AKATIGA Pusat Analisis Sosial dan Fatayat Nahdatul Ulama, didukung oleh Program The Global Partnership for Social Accountability (GPSA) dari Bank Dunia.

“Kami sangat berharap para kader JKN ini ada di tiap kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung. Artinya, ada 31 kader untuk 31 kecamatan, dengan memberdayakan kader Fatayat NU Kabupaten Bandung, karena dari pusatnya pun demikian,” ungkap Renie saat monitoring Program Perempuan Kawal JKN, di Gedung SLRT Soreang, Kamis (23/1/2025).

Dengan demikian, imbuh Renie, permasalahan terkait dengan kesehatan yang ada di Kabupaten Bandung khususnya masyarakat miskin, bisa benar-benar tertangani dengan baik, seperti urusan pendataan masyarakat miskin maupun pelayanan kesehatannya.

“Kami juga akan terus mengupayakan supaya para kader JKN ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bandung, mengingat peranannya yang sangat strategis dalam membantu pemerintah di bidang pelayanan kesehatan. Selama ini kan hanya di-support oleh Program GPSA dari Bank Dunia.,” ucap pimpinan DPRD Fraksi PKB ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kolaborasi Pemrov Jabar Bersama UPI, Hadirkan Solusi Kekurangan Guru melalui PROBIDIK

16 Juni 2026 - 10:00 WIB

Pemrov Jabar Siapkan Bantuan Pendidikan bagi Siswa yang Tidak Lolos PCMB/SPMB

15 Juni 2026 - 20:00 WIB

Launching Car Free Day Cimahi, Upaya Membangun Kualitas Hidup Masyarakat

14 Juni 2026 - 14:00 WIB

Deklarasi Rumah Ibadah Ramah Anak (RIRA) dalam Pemenuhan Hak Anak

12 Juni 2026 - 15:00 WIB

504 Siswa SMK Adu Keahlian di LKS Tingkat Jabar 2026

12 Juni 2026 - 10:00 WIB

Trending di Pemerintahan