Menu

Mode Gelap
Semangat Berbagi digelar Baksos’e Suroboyo, 500 Paket Takjil Guna Wujudkan Semangat Berbagi Ramadhan 1447 H “Internalisasi Nilai Gapura Panca Waluya SMK TI Pembangunan Cimahi Mewujudkan Manusia Waluya Rahmatan lil ‘Alamin” YELLO Hotel Paskal Bandung Hadirkan Iftar Showcase “Rasa Mulih”, Angkat Cita Rasa Sunda dan Kolaborasi Sosial Ramadan Siswa MAN KOCI Raih Juara 1 MTQ di Awal Ramadhan 1447 H Pemkot Cimahi Bergerak Cepat dalam Penanganan Kasus Keracunan MBG Sosialisasi dan Rapat Kerja KIM Memperkuat Peran sebagai Mitra Pemerintah Daerah

Pemerintahan

Pemkot Cimahi Bergerak Cepat dalam Penanganan Kasus Keracunan MBG

badge-check


Pemkot Cimahi Bergerak Cepat dalam Penanganan Kasus Keracunan MBG Perbesar

Terkait kemungkinan penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB), Pemkot Cimahi masih menunggu hasil uji laboratorium serta evaluasi jumlah dan pola kasus. Pemerintah memastikan seluruh proses dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan.

Terakhir Wakil Wali Kota juga menegaskan kepada seluruh SPPG di Kota Cimahi agar mematuhi kesepakatan yang telah ditetapkan antara Pemerintah Kota Cimahi dan Badan Gizi Nasional (BGN), serta melaksanakan seluruh prosedur sesuai standar demi menjamin keamanan pangan yang didistribusikan.

Ia menekankan bahwa setiap penyedia wajib memenuhi standar baku mutu dan kelayakan bahan pangan yang digunakan, dengan proses pengolahan dan penyajian makanan dilaksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. “Standar baku mutu harus dipenuhi, mulai dari kualitas bahan, kelayakan konsumsi, hingga aspek keamanan pangan lainnya. Itu yang pertama, lalu untuk proses memasak, pengemasan, hingga distribusi harus mengikuti SOP. Pemerintah akan melakukan pengawasan dan meminta seluruh SPPG di Kota Cimahi benar-benar disiplin dalam pelaksanaannya,” tegasnya.

Ia menambahkan, dalam situasi bulan Ramadan, perlu ada penyesuaian jenis makanan yang disalurkan. Mengingat tidak semua penerima manfaat langsung mengonsumsi makanan sebelum waktu berbuka, risiko penurunan kualitas pangan harus diantisipasi.

“Karena dimasak pada pagi atau siang hari, lalu dikonsumsi saat berbuka, tentu ada potensi makanan menjadi tidak layak jika tidak tepat jenisnya. Untuk itu kami mengimbau agar SPPG memprioritaskan makanan ringan atau makanan kering yang tidak berisiko basi, namun tetap memenuhi standar gizi dan baku mutu yang berlaku,” katanya.*

(Red/Bidang IKPS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sosialisasi dan Rapat Kerja KIM Memperkuat Peran sebagai Mitra Pemerintah Daerah

25 Februari 2026 - 22:55 WIB

Wali Kota Cimahi Tegaskan Penegakkan Disiplin ASN pada Apel Perdana Ramadhan 1447 H

23 Februari 2026 - 14:43 WIB

Kegiatan Kolaboratif di Kampung Cirendeu, Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Ke-21 Tahun 2026

21 Februari 2026 - 21:21 WIB

Peresmian Jalan Soedarna Tresna Manggala dan Jalan Dann Sugandha

18 Februari 2026 - 16:04 WIB

Pengangkatan dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Fungsional, dan Kepala Sanggar Kegiatan Belajar

13 Februari 2026 - 18:00 WIB

Trending di Pemerintahan