SAMBAS MEDIA, BANDUNG – Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Penguatan Early Warning System (EWS) SI-RUKUN untuk Jawa Barat yang Damai dan Harmoni di Aula Utama Kanwil Kemenag Jabar, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat deteksi dini serta mitigasi potensi konflik keagamaan di tengah masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, dalam sambutan dan arahannya menegaskan bahwa penguatan sistem peringatan dini menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika sosial keagamaan yang semakin kompleks. “Jawa Barat memiliki tantangan tersendiri terkait kerukunan umat beragama. Karena itu, penguatan early warning system ini harus menjadi solusi dalam upaya pencegahan konflik sosial di masyarakat,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa berbagai persoalan yang terjadi di sejumlah daerah, seperti di Tasikmalaya dan Karawang, harus menjadi bahan evaluasi sekaligus pembelajaran untuk memperkuat mitigasi konflik sejak dini.

“Peristiwa yang terjadi di lapangan harus kita respons dengan cepat dan tepat. Ini penting agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas,” tambahnya.
Menurutnya, peran strategis Kementerian Agama tidak hanya pada aspek pelayanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga harmoni dan kerukunan umat beragama, sejalan dengan program prioritas Menteri Agama.
H. Dudu Rohman juga mengakui bahwa Jawa Barat kerap mendapat sorotan terkait isu intoleransi. Namun di sisi lain, indeks kerukunan umat beragama di wilayah ini menunjukkan tren peningkatan.























