Menu

Otomatis
Breaking News

Berita Daerah

Guru dan Tenaga Honorer Gelar Unjuk Rasa di Gedung DPRD Jabar Guna Prioritaskan Guru Honor Sebagai ASN Dalam P3K

badge-check

Guru dan Tenaga Honorer Gelar Unjuk Rasa di Gedung DPRD Jabar Guna Prioritaskan Guru Honor Sebagai ASN Dalam P3KPerbesar

SAMBAS MEDIA – Sejumlah massa yang terdiri dari guru dan tenaga honorer menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Provinsi Jawa Barat, Senin (13/1/2025).

Ratusan guru dan tenaga honorer ini meminta pemerintah daerah memprioritaskan perekrutan guru honorer sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ketua Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Jawa Barat, Yudi Nurman Fauzi (37 tahun), mengatakan banyak dari guru honorer dan tenaga pendidik yang sejak tahun 2021 mengikuti seleksi yang dibuka pemerintah pusat, namun masih sedikit dari mereka yang direkrut jadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Padahal, menurutnya, berdasarkan Undang-Undang ASN tahun 2023, tenaga honorer mesti telah ditata sebagai ASN paling lambat akhir 2024, menurut pasal 66 Undang-Undang tersebut. Terlebih, ada sejumlah guru honorer yang tinggal satu tahun lagi masuk masa pensiun.

“Banyak teman-teman yang satu tahun lagi pensiun dan sudah mengabdi selama 20 tahun tapi belum ada kejelasan,” ungkap Yudi.

Dia pun menuntut pemerintah lebih serius terkait masalah ini. Ia menyebut tahun 2024, baru 1.529 guru honorer yang diangkat PPPK dari total 4.000 guru honorer tingkat SMA, SMK, dan SLB Negeri.

Sedangkan tenaga pendidikan yang diangkat PPPK lebih sedikit hanya 65 orang. Dengan kondisi tersebut, ia bilang guru honorer kecewa dengan tidak kurangnya atensi pemerintah tersebut.

“Segera tuntaskan saja, kami sudah mengabdi, meski digaji berbeda dengan ASN tapi kami masih loyal,” kata dia.

Sementara itu, salah seorang guru honorer, Dian Nugraha mengakui para guru honorer telah diberi kesempatan untuk ikut tes PPPK gelombang satu. Namun begitu, hasilnya hanya diberi kesempatan paruh waktu dan gaji seadanya.

“Kita mendapat status ASN tetapi dengan kondisi seperti honorer inilah yang membuat kami sakit hati,” kata Dian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

HUT Ke-76 Babakan Sari Dimeriahkan Pagelaran Wayang Golek, Warga Antusias Lestarikan Budaya Sunda

30 Agu 2026 - 10:00 WIB

HUT Ke-76 Babakan Sari Dimeriahkan Pagelaran Wayang Golek, Warga Antusias Lestarikan Budaya Sunda

Pengembalian Fungsi Fasilitas Umum sebagai Program Gubernur Jabar dan Walikota Bandung di Kecamatan Bandung Kulon

21 Agu 2026 - 14:00 WIB

Pengembalian Fungsi Fasilitas Umum sebagai Program Gubernur Jabar dan Walikota Bandung di Kecamatan Bandung Kulon

Semarak HUT ke-81 RI, Warga RW 14 Babakan Sari Bandung Gelar Jalan Sehat

17 Agu 2026 - 13:29 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Warga RW 14 Babakan Sari Bandung Gelar Jalan Sehat

Semarak HUT ke-81 RI di Bomberay, Tim Ekspedisi Patriot Bersama Masyarakat Meriahkan Hari Kemerdekaan

17 Agu 2026 - 11:00 WIB

Semarak HUT ke-81 RI di Bomberay, Tim Ekspedisi Patriot Bersama Masyarakat Meriahkan Hari Kemerdekaan

Sambut HUT ke-81 RI, Warga RW 14 Babakan Sari Gelar Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan

16 Agu 2026 - 16:33 WIB

Sambut HUT ke-81 RI, Warga RW 14 Babakan Sari Gelar Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan
Trending di Berita Daerah