SAMBAS MEDIA, MALAYSIA – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak hanya mengubah cara manusia menciptakan karya, tetapi juga memunculkan tantangan baru dalam pendidikan, etika, kepengarangan, hingga masa depan profesi kreatif.
Isu tersebut menjadi pembahasan dalam International Forum: AI in Education, Film and Creative Production yang berlangsung di SSTP JPN Kelantan, Malaysia, Selasa (18/8/2026). Forum mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, dan film dari Malaysia, Thailand, Indonesia, serta Inggris dalam format hibrida.
Forum dimoderatori Assoc. Prof. Ts. Dr. Anuar bin Mohd Yusof dari Universiti Malaysia Kelantan. Sementara Assoc. Prof. Ahamad Tarmizi bin Azizan, Ps.D. membahas AI generatif dari perspektif kreativitas yang berpusat pada manusia.
Ia menyoroti perubahan hubungan antara imajinasi manusia, intensi kreatif, dan teknologi, termasuk persoalan orisinalitas, kepengarangan, identitas budaya, serta pentingnya mempertahankan manusia sebagai pengambil keputusan utama dalam proses kreatif.
Dari Thailand, Asst. Prof. Dr. Wannisa Matcha dari Prince of Songkla University membawa perspektif AI dalam pendidikan melalui learning analytics dan educational data. Pembahasannya mencakup personalisasi pembelajaran, identifikasi kebutuhan mahasiswa, pembelajaran mandiri, hingga perlindungan privasi dan penggunaan data secara bertanggung jawab.



























