Farid juga menyebutkan bahwa tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah dan lingkungan, “Proses pengelolaan sampah ini tidak bisa dilakukan oleh personal atau sendiri tetapi harus dilakukan bersama-sama, kolaboratif seluruh instansi pemerintahan hingga masyarakat, jadi bersama-sama mewujudkan pengelolaan sampah yang bersih untuk menuju desa bersih,” tegasnya.
Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut dari World Cleanup Day (WCD) yang sebelumnya sukses digelar di Kota Cimahi pada tanggal 21 September lalu. Aksi serentak tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah dari rumah. “Cimahi membuktikan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, tapi harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ngatiyana.

Partisipasi Kota Cimahi dalam Aksi Nyata Jumat Bersih Sampah ini merupakan tindak lanjut dari semangat yang telah ditunjukkan masyarakat pada kegiatan WCD, serta menjadi bagian dari upaya konkret pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang terpadu dan berkelanjutan. Aksi Nyata Jumat Bersih Sampah tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan bersih-bersih lingkungan atau sekadar memindahkan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga sebagai momentum untuk melakukan pemilahan sampah dari sumbernya, sehingga sampah yang dihasilkan dapat diolah dan dimanfaatkan kembali sesuai prinsip ekonomi sirkular.


























