Dalam Lomba Pengurangan Sampah Kelurahan, pemenang menerima uang pembinaan hingga Rp 36 juta disertai Piagam Penghargaan Wali Kota. Pemenang Lomba Pentas Bank Sampah memperoleh uang pembinaan hingga Rp16 juta, sementara pemenang Sayembara Desain Monumen Peringatan Bencana Longsor TPA Leuwigajah 2025 menerima hadiah uang penghargaan apresiasi Proklim Kategori Utama sebesar Rp6.000.000,- dan Proklim Kategori Madya sebesar Rp 4.500.000,-. Selain itu, sebanyak 20 RW dianugerahi Penghargaan ProKlim kategori Utama dan Madya sebagai dukungan terhadap aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat komunitas.
Pada kesempatan yang sama, Pemkot Cimahi menyerahkan bantuan sarana pengelolaan sampah berupa 15 unit gerobak sampah dan 15 unit motor sampah dari APBD Kota Cimahi. Dukungan juga datang dari PT Bio Farma (Persero) melalui CSR berupa 10 unit gerobak sampah untuk Kelurahan Baros.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Bentuk apresiasi yang diberikan Pemerintah Kota Cimahi ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga bentuk dorongan agar inovasi dan peran aktif masyarakat dalam pengelolaan lingkungan terus berkembang. Wali Kota berharap para penerima penghargaan tidak berhenti pada capaian yang diraih, tetapi mampu menjadi motor penggerak dan agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun tata kelola lingkungan hidup yang berkelanjutan. Apresiasi dan dukungan yang diberikan diharapkan mampu menjadi pemicu lahirnya inovasi-inovasi baru demi terwujudnya Cimahi yang bersih, hijau, dan berdaya saing.*
(Red/Bidang IKPS)
