“Ini bukan hanya meningkatkan literasi gizi, tapi juga memberi keterampilan hidup yang berguna langsung,” ujarnya.
Lebih lanjut, integrasi pendidikan gizi juga diyakini dapat menciptakan sinergi antara sekolah, keluarga, dan komunitas dalam membentuk budaya makan sehat. Hal ini sejalan dengan upaya pencegahan penyakit kronis yang disebabkan pola makan buruk seperti obesitas dan diabetes.
Sebagai lembaga yang mengawal pemenuhan gizi nasional, BGN telah aktif melakukan edukasi melalui berbagai saluran seperti podcast YouTube, video edukasi di dapur dan sekolah, serta promosi di lokasi strategis lainnya yang relevan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BGN mengajak seluruh pemangku kepentingan—termasuk pemerintah, sekolah, orang tua, media, dan masyarakat—untuk bersama-sama mendorong penerapan pendidikan gizi di sekolah sebagai bagian dari Gerakan Nasional menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
“Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika didampingi dengan edukasi gizi yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Ikeu.***
(Red/ANTARA)
