Sementara itu, Dedi Haryanto menegaskan bahwa penjajakan kerja sama ini merupakan langkah awal yang sejalan dengan arah kebijakan UKMC dalam mendorong internasionalisasi perguruan tinggi. Ia menilai Politeknik Praktisi Bandung sebagai mitra potensial dalam pengembangan pendidikan dan kegiatan ilmiah berskala internasional.
“Kami melihat peluang kerja sama yang konkret dan saling menguatkan, khususnya dalam penyelenggaraan International Conference dan pengembangan kapasitas dosen. Ini akan ditindaklanjuti melalui mekanisme kelembagaan,” kata Dedi.
Penjajakan kerja sama tersebut direncanakan akan dilanjutkan dengan pembahasan teknis serta kemungkinan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Katolik Musi Charitas Palembang dan Politeknik Praktisi Bandung.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi kedua institusi dalam pengembangan pendidikan tinggi nasional serta meningkatkan peran akademisi Indonesia di forum ilmiah internasional.*
(Red)
