SAMBAS MEDIA, SUMEDANG – Dalam upaya memperkuat ekonomi perdesaan, tim dosen dari Program Studi Akuntansi Universitas Widyatama melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini difokuskan pada sosialisasi penerapan akuntansi dasar dan strategi pemasaran digital bagi kelompok pembudidaya ikan lele setempat.
Menjawab Tantangan Ekonomi Lokal
Desa Cileles dikenal memiliki potensi besar dalam sektor perikanan, di mana mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup pada budidaya lele sebagai mata pencaharian utama maupun sampingan. Namun, potensi ekonomi ini seringkali tidak memberikan dampak optimal terhadap kesejahteraan masyarakat karena keterbatasan kapasitas manajerial dan pengelolaan usaha.
Hasil observasi awal tim pelaksana menunjukkan bahwa sebagian besar pembudidaya masih menjalankan praktik usaha tradisional. “Permasalahan utama terletak pada lemahnya pencatatan keuangan dan strategi pemasaran. Banyak pelaku usaha yang belum melakukan pencatatan transaksi secara sistematis, sehingga mereka kesulitan mengetahui biaya produksi riil dan menentukan harga jual yang wajar,” tulis laporan kegiatan tersebut.
Selain masalah administratif, keterbatasan literasi digital juga menjadi penghambat besar. Pemasaran produk sejauh ini hanya mengandalkan pasar lokal tradisional, yang membuatnya sangat rentan terhadap fluktuasi harga dan persaingan pasar yang ketat.
