Penyelenggara menyebut Festival Asia Afrika tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang diplomasi budaya yang mempererat hubungan antarnegara melalui seni, budaya, dan kreativitas masyarakat.
Suasana festival semakin semarak dengan antusiasme pengunjung yang mengabadikan momen parade budaya menggunakan telepon genggam dan kamera. Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menawarkan berbagai produk kuliner, kerajinan, hingga cendera mata khas Bandung.
Pemerintah Kota Bandung berharap Festival Asia Afrika 2026 mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memperkuat citra Bandung sebagai kota bersejarah yang menjadi simbol perdamaian dan persatuan bangsa-bangsa Asia dan Afrika.
Melalui penyelenggaraan festival ini, semangat Konferensi Asia-Afrika diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga nilai toleransi, keberagaman, serta memperkuat kerja sama internasional demi menciptakan masa depan yang lebih harmonis, damai, dan berkelanjutan.*
(Red/Antara)


























