Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi, Fitriani Manan, dalam laporannya menyampaikan bahwa Sekolah Siaga Kependudukan merupakan program strategis yang mengintegrasikan materi pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana ke dalam kegiatan pembelajaran sekolah. Program ini bertujuan mempersiapkan generasi muda yang memiliki perencanaan matang, memahami relasi antara jumlah penduduk, kualitas SDM, dan pembangunan berkelanjutan, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Fitriani menjelaskan bahwa SSK dijalankan melalui berbagai mata pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, bimbingan konseling, serta penyediaan pojok kependudukan di sekolah.
Pada pelaksanaannya tahun ini, sebanyak 33 SMP negeri dan swasta turut serta dalam lomba SSK, dan hanya 10 sekolah yang berhasil melaju ke babak final. Berbagai jenis lomba dihadirkan, seperti PIK-R Video, PIK-R Program, serta Jelajah Situs Sejarah Kota Cimahi yang menekankan penelusuran terhadap 49 situs bersejarah. Melalui kegiatan ini, Fitriani menegaskan bahwa SSK tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga pembelajaran bagi siswa untuk menumbuhkan sikap dan perilaku berwawasan kependudukan.

Fitriani berharap kegiatan ini mampu mengajarkan nilai tanggung jawab, perencanaan masa depan, hingga ketahanan keluarga yang penting di tengah dinamika sosial dan perkembangan teknologi.*
(Red/Bidang IKPS)

























