Menurut Ngatiyana, kader kesehatan remaja merupakan ujung tombak dalam membangun kesadaran di kalangan generasi muda mengenai pentingnya menjaga kesehatan, baik kesehatan fisik, mental, maupun sosial. Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen mendukung program-program kesehatan remaja melalui penguatan UKS, pembinaan Posyandu Remaja, serta kolaborasi lintas sektor.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader kesehatan remaja yang hadir di sini. Kalian semua adalah teladan sekaligus pahlawan kesehatan di lingkungan masing-masing,” tuturnya.
Ngatiyana berharap, melalui kegiatan ini para siswa dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya sebagai kader kesehatan remaja, mulai dari lingkungan sekolah hingga kemudian dapat turut membantu memberikan pelayanan di Posyandu. “Inilah pendidikan bagi anak-anak sekolah agar nanti bisa bermanfaat bagi mereka, diawali dari sekolah, disiplin cinta terhadap lingkungan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, dalm laporannya menjelaskan bahwa peserta jambore diikuti terdiri dari 68 siswa-siswi SMP dari 68 sekolah, dan 50 siswa-siswi SMA dari 50 sekolah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, motivasi, dan jejaring kader kesehatan remaja sehingga mereka mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan remaja sehat, cerdas, dan berkarakter.
“Tujuan khususnya, memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui lomba, diskusi, permainan edukatif dan praktik keterampilan kesehatan remaja. Melatih remaja untuk berani tampil, berpendapat, serta mampu menjadi role model bagi teman sebayanya,” ujarnya.

























