Isu lainnya yang menjadi perhatian misalnya lapangan pekerjaan untuk pemuda. Menurut Menpora Dito, hampir di seluruh kementerian dan lembaga sudah bekerja menjawab isu ini, meliputi Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Digital, dan berbagai kementerian lainnya.
“Kemudian dari pertanian pun turut serta karena ini fokus pangan juga, dan olahraga juga salah satu opsi. Pastinya kita memiliki target bagaimana membentuk ekosistem pemuda kita yang matang, agar menyiapkan generasi muda kita dari hulu sampai hilir,” urai Menpora Dito.
Lebih lanjut Menpora turut membahas isu marakya pemuda Indonesia yang mencari pekerjaan di luar negeri. Disampaikan, program pertukaran pemuda antarnegara yang telah ada di Kemenpora saat ini telah ditransformasikan menjadi program “Indonesia Dreams”. Melalui program ini, pertukaran pemuda saat ini sudah tidak lagi selama satu atau dua pekan, melainkan berlangsung minimal tiga bulan sampai satu tahun.
“Dan anak-anak mudanya itu di negara-negara yang kita titipkan mendapatkan kesempatan tidak hanya budaya, tetapi juga sektoral. Ada yang pertanian, ada yang wiraswasta, ada yang teknologi, berbagai macam,” tutur Menpora.
























