Selain beras bantuan, Pemkot Cimahi juga menggelar pasar murah di setiap kecamatan hingga tingkat kelurahan. Hingga September ini, sedikitnya 12 ton beras telah digelontorkan melalui program pasar murah untuk menekan dampak kenaikan harga di pasaran. “Harga beras memang mengalami kenaikan sekitar seribu rupiah per kilogram. Karena itu, kami terus berupaya menghadirkan solusi agar masyarakat tetap terbantu,” ujar Ngatiyana.
Tak hanya fokus pada pangan, Pemkot Cimahi juga menyiapkan program pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu. Melalui kerja sama dengan Politeknik TEDC, sebanyak 106 mahasiswa dari keluarga penerima manfaat berkesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang D3 atau D4 tanpa biaya. Program ini dirancang agar setelah lulus, mereka dapat langsung disalurkan ke dunia kerja.

“Ini bukti pemerintah hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam bentuk bantuan beras, tetapi juga memberikan akses pendidikan agar generasi muda dari keluarga kurang mampu bisa tetap berkuliah,” tambah Ngatiyana.
Ngatiyana juga menegaskan akan terus menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan. Proses verifikasi dan validasi penerima manfaat dilakukan secara ketat, dengan prioritas diberikan kepada masyarakat miskin, penyandang disabilitas, dan lanjut usia.

Melalui Rastrada, pasar murah, dan program pendidikan gratis, Pemerintah Kota Cimahi berharap beban masyarakat dapat berkurang, sekaligus menjadi langkah nyata menurunkan angka kemiskinan secara bertahap.*
(Red/Bidang IKPS)

























