Dengan konsep seperti di atas maka kita harus mengenal ruang lingkup SMK Wiraswasta yang didalamnya ada tata tertib, civitas akademika atau orang orang yang ada dalam lingkup pendidikan, termasuk masyakarat di sekitar sekolah. Perlu kolaborasi dari semua unsur pendidikan baik siswa, orang tua dengan manajemen sekolah dan selalu mengikuti kemajuan media saat ini yang berkonsep digital. Kita harus saling mengenal sebagai warga sekolah mulai kepala sekolah, kepala program, guru, penjaga sekolah termasuk caraka dan masyarakat sekitar harus kita ketahui. Hal ini berdasarkan bahwa sekolah berada di lingkungan masyarakat maka ada tata tertib atau etika di lingkungan yang harus dipatuhi, ungkap Drs. H. Muhajir.
Pada kesempatan yang sama Kepala SMK Wiraswasta Cimahi Drs. Yoyo Suharyo menyampaikan materi Gapura Panca Waluya. Beliau memaparkan bahwa Gapura Panca Waluya merupakan nilai-nilai inti yang berakar dari kearifan lokal Jawa Barat yang terdiri dari Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer.
Cageur memiliki makna sehat jasmani dan rohani serta mampu mengelola emosi, Bageur bermakna berakhlak mulia peduli terhadap sesama dan lingkungan, Bener bermakna selalu berfikir kritis, jujur, disiplin dan bertanggung jawab, Pinter memiliki arti cerdas, komunikatif, adaptif dan memiliki wawasan kebangsaan, serta Singer berarti tangkas, kreatif dan berani mengambil tindakan dan berkontribusi positif dalam lingkungan masyarakat, terang Drs. Yoyo Suharyo.
Para siswa kelas X sebagai peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMK Wiraswasta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, gembira serta aktif sehingga terwujud pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan.*
(Red)
