Ketua Panitia Pelaksana, Wenang, menuturkan bahwa dukungan peserta amat luar biasa. “Sesi lelang berlangsung sangat interaktif dan penuh partisipasi. Berbagai barang bernilai berhasil dilelang dengan harga terbaik. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah ambil bagian dan mohon maaf jika terdapat kekurangan teknis selama acara berlangsung,” ujarnya.
Hingga akhir acara, panitia mengumumkan bahwa donasi yang terkumpul mencapai Rp25 juta. Jumlah ini diperkirakan meningkat mengingat pintu donasi masih dibuka hingga 31 Desember 2025. Nuning menegaskan bahwa seluruh hasil penggalangan dana akan disalurkan sepenuhnya kepada para korban tanpa potongan operasional. “Fundraising ini murni 100 persen untuk korban bencana. Kami tidak mengambil biaya operasional sedikit pun. Bahkan hasil lelang dan kontribusi tambahan dari venue juga akan kami serahkan kepada para penyintas,” tambahnya.
Manajemen Roemah Kentang 1908 turut memberikan dukungan dengan mendonasikan sebagian keuntungan dari seluruh penjualan makanan dan minuman selama acara berlangsung. Kolaborasi lintas fakultas dan dukungan dari Pengurus Pusat IKA Unpad juga menjadi faktor penting terselenggaranya kegiatan ini.
Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu kebutuhan mendesak para korban banjir, termasuk logistik, peralatan sanitasi, serta dukungan pemulihan psikososial. IKA Sadaya Unpad menegaskan komitmennya untuk memastikan penyaluran bantuan dilakukan tepat sasaran dan transparan.
Dengan terselenggaranya Charity Night, IKA Sadaya Unpad berharap gerakan ini dapat memperkuat solidaritas di kalangan alumni dan masyarakat, sekaligus menjadi pengingat bahwa aksi kemanusiaan selalu relevan dan diperlukan di tengah meningkatnya frekuensi bencana alam di Indonesia.
(Red)
