Kepala Disbudparpora Kota Cimahi menambahkan, kegiatan ini bukan hanya wahana kompetisi, tapi juga ruang edukasi budaya kepada masyarakat. “Kami ingin seni tradisional tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang sebagai bagian dari industri kreatif,” ujarnya.
Menurutnya kegiatan ini selain menjadi upaya dalam melestarikan dan melindungi budaya Sunda, juga sebagai media untuk mempromosikan kreasi dari para pelaku seni budaya, mengembangkan minat dan bakat generasi muda dalam bidang budaya serta meningkatkan prestasi pelaku seni di tingkat Jawa Barat.
Pasanggiri tahun ini turut menghadirkan Kirab Pengantin Nusantara dari tujuh provinsi di Indonesia—mulai dari Aceh, Lampung, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Bali hingga Papua—sebagai bentuk keberagaman budaya nusantara. Selain itu, acara dimeriahkan dengan bazar kuliner, wedding expo, lomba makeup, mewarnai, pertunjukan seni jaipongan, serta penampilan artis lokal dan nasional, di antaranya Rusdy Oyag Percussion feat Ayu Rusdy, Dhea Gemoy, dan Renyta.
Lima juri berpengalaman dari kalangan seniman, budayawan, hingga akademisi turut dilibatkan dalam penilaian. Para peserta memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Cimahi, serta berbagai penghargaan lainnya seperti Penataan Musik Terbaik, Penataan Tari Terbaik, Kostum dan Artistik Terbaik, dan Lengser Terbaik.
