Adhitia juga menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan pemberian antigen ini bukan hanya untuk sekolah-sekolah formal saja, namun juga sekolah non-formal dan sekolah rakyat, “Kita masuk tidak hanya kepada sekolah-sekolah formal, tapi juga ada sekolah-sekolah non-formal, termasuk juga sekolah rakyat yang insya Allah akan diselenggarakan di Sentra Abiyoso. Ini penting untuk membentuk generasi emas yang sehat sejak dini,” tambahnya.
Pemerintah Kota Cimahi menargetkan cakupan imunisasi di atas 90 persen untuk membentuk herd immunity di masyarakat. Untuk mencapai itu semua, dibutuhkan sinergitas dan kolaborasi dari semua stakeholder, “Kerja sama seluruh stakeholder mutlak diperlukan. Kami ingin cakupan imunisasi bisa mencapai di atas 90 persen agar seluruh anak terlindungi,” pungkas Adhitia.
Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dwihadi Isnalini turut menjelaskan bahwa pemberian vaksin HPV bertujuan mencegah kanker serviks, yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian perempuan di Indonesia.
“Jika sebelumnya diberikan dua dosis, kini cukup satu dosis yang menyasar anak perempuan kelas 5 SD atau usia 11 tahun. Ini adalah upaya strategis membangun imunitas sejak dini terhadap infeksi HPV,” jelasnya.
