Keberhasilan pelaksanaan UAM BN ini mencerminkan komitmen kuat FKDT dalam menjaga standar mutu pendidikan agama di tingkat diniyah. Selain sebagai instrumen kelulusan, ujian ini juga berfungsi sebagai ajang evaluasi menyeluruh terhadap penguasaan materi keagamaan para santri sebelum mereka melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Selama masa ujian, para santri diuji melalui berbagai mata pelajaran keagamaan inti seperti Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab. Keseragaman materi ujian berskala nasional ini bertujuan untuk memastikan kompetensi yang merata di seluruh unit MDTU se-Kecamatan Lembang.

Sinergi antara para pengajar dan pengelola madrasah di bawah naungan FKDT terlihat sangat solid, yang dibuktikan dengan kelancaran teknis di lokasi ujian SDN 2 Kayuambon tersebut. Rangkaian kegiatan ditutup secara resmi dengan seremoni sederhana namun penuh khidmat, yakni sesi musopahah atau tradisi bersalam-salaman antara santri, guru, dan pengurus panitia.
Tradisi musopahah ini menjadi simbol permohonan maaf serta ungkapan syukur atas kelancaran proses belajar mengajar selama enam tahun masa pendidikan. Melalui penutupan ini, para santri diharapkan tidak hanya meraih nilai yang memuaskan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai akhlakul karimah yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.*
(Red/FKDT Lembang)

























