Penampil pertama, Dendi Nata, membawakan sejumlah lagu yang dikenal luas di kalangan pendengar musik pop alternatif, seperti “Selamanya” dan “Tergariskan”. Dendi dikenal sebagai solois asal Semarang yang mengusung gaya penulisan lirik personal dengan aransemen minimalis.
Penampilan dilanjutkan oleh Akujeje, musisi eksperimental yang sempat menarik perhatian publik melalui interpretasi ulang lagu anak-anak “Lihat Kebunku” dalam versi dewasa. Dalam perayaan tersebut, ia membawakan lagu-lagu dari rilisan terbarunya, termasuk “Bualan Masa Lalu” dan “Dansaria”
Sebagai penutup, Aldy Amis tampil dengan sejumlah lagu dari album “Filosofi Males” dan “Album Komplikasi”. Aldy dikenal sebagai musisi folk yang mengangkat isu sosial melalui lirik-lirik kritis, seperti dalam lagu “Darurat Judi”, “Local Wisdumb”, hingga single terbaru berjudul “Lapor Mas Wapres”.
Selain pertunjukan musik, acara juga menghadirkan sesi interaktif bersama seluruh penonton. Sejumlah promotor dari berbagai festival musik, diundang untuk berinteraksi dengan musisi-musisi yang hadir.
