“Sekolah nonformal ini diharapkan mampu membuka akses belajar yang lebih luas sekaligus membantu menciptakan kemandirian ekonomi bagi para siswanya,” tambah Bambang.
Kepada masyarakat Surabaya yang belum mengenal olahraga SUP, Bambang mengajak warga untuk kembali dekat dengan budaya maritim dan memanfaatkan Sungai Kalimas sebagai ruang aktivitas sehat.
“Nenek moyang kita adalah seorang pelaut. Mari warga Surabaya kita galakkan program menyisir Sungai Kalimas dengan mengenalkan olahraga stand up paddle. Hidup sehat dengan sesaat meninggalkan gadget dan menikmati olahraga air,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dan masyarakat turut memberikan dukungan agar olahraga SUP semakin berkembang di Kota Surabaya.
“Selain membangkitkan minat masyarakat terhadap SUP dan menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga ini, pengembangan SUP di Kalimas juga diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi sirkular di kawasan sungai,” pungkas Bambang.*
(Red)
