“Peringatan ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi merupakan momentum dan komitmen kita bersama dalam memenuhi hak-hak anak dan memastikan setiap anak di Kota Cimahi dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, mandiri, dan memiliki masa depan yang baik,” ujar Ngatiyana.
Menurutnya, setiap anak merupakan pribadi yang berharga dan harus diberikan kesempatan untuk berkembang, menyampaikan pendapat, serta meraih cita-cita tanpa dibatasi oleh perbedaan maupun kondisi sosial. Pemerintah Kota Cimahi juga berkomitmen memastikan anak memperoleh pendidikan yang baik serta ruang yang aman untuk belajar, bermain, berkreasi, dan mengembangkan potensi diri.
Ngatiyana menegaskan, perlindungan anak tidak dapat diwujudkan pemerintah seorang diri. Keluarga sebagai lingkungan pertama anak, satuan pendidikan, masyarakat, serta lingkungan tempat tinggal memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan ruang tumbuh yang aman dan nyaman.

“Kita harus membangun lingkungan yang membuat anak merasa aman untuk berbicara dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi. Investasi terbaik bangsa ini bukan hanya pada pembangunan infrastruktur, tetapi investasi yang paling penting adalah investasi kepada manusia, terutama kepada anak-anak kita,” tegasnya.
Sejalan dengan tema HAN tahun ini, Ngatiyana juga mengajak anak-anak membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan sejak dini, seperti membuang dan memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, menghemat air dan listrik, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.































