Ia juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan, termasuk risiko sosial dan bencana, yang membutuhkan keterlibatan aktif perempuan sebagai bagian dari solusi di tingkat komunitas.
Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi, Fitriani Manan, menambahkan bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai penggerak keluarga, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dalam membangun karakter anak.
“Perempuan adalah madrasah utama dalam keluarga. Dari sanalah pendidikan karakter anak dibangun,” ujarnya.
Melalui berbagai program pelatihan, peningkatan keterampilan, hingga advokasi, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas perempuan di Kota Cimahi. Termasuk rencana pelaksanaan isbat nikah massal bagi pasangan yang belum memiliki legalitas hukum, sebagai bagian dari perlindungan perempuan dan anak.
Dengan jumlah perempuan usia produktif yang cukup besar di Kota Cimahi, pemerintah menilai potensi tersebut harus dioptimalkan menjadi kekuatan pembangunan yang nyata. Seminar ini pun menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan peran perempuan dalam menghadapi tantangan ke depan.*
(Red/Bidang IKPS)
