“Ini upaya dari PKK dan DP3AB2KB, bagaimana PKK maju dan turun tangan sebagai Bapak Asuh dan Ibu Asuh untuk menyiapkan generasi muda yang datang. Bagaimana caranya perawatan sejak ibu hamil sampai nanti lahir, 1.000 hari pertama anak-anak dalam pengawasan kita bersama sehingga tidak ada stunting lagi,” ujarnya.
Menurutnya, stunting memiliki dampak terhadap pemikiran, kesehatan, kecerdasan dan pola kepemimpinan generasi mendatang. Oleh sebab itu TP PKK Kota Cimahi berupaya mengedepankan upaya menekan angka Stunting hingga nol.
“DP3AP2KB bersama PKK Kelurahan dan Kecamatan terjun langsung mendata masyarakat sejak hamil sehingga semuanya terdata di tiap kelurahan. Di situlah akan kita bantu mulai sejak dalam kandungan bagaimana pemberian asupan, nutrisi, gizi, kemudian kesehatannya yang selalu kita periksa sehingga diharapkan nanti anak lahir itu menjadi anak yang normal dan sehat,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Cimahi dalam sambutannya menegaskan bahwa ntuk dapat menjalankan peran secara optimal, kader PKK harus terus meningkatkan kapasitasnya. Pelatihan, penampilan, pendampingan serta pemanfaatan teknologi harus menjadi bagian dari upaya memperkuat kader PKK di dalam menghadapi tantangan jaman, termasuk isu digitalisasi, ketahanan tangan dan kesehatan masyarakat.
