Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan komitmen bersama dan surat kuasa perjanjian kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Kota Cimahi. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat edukasi, riset, inovasi teknologi, serta keterlibatan mahasiswa dalam mendukung pengelolaan lingkungan hidup dan persampahan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menjelaskan bahwa salah satu program yang diperkuat dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini adalah Program Sekolah Sedekah Sampah yang merupakan bagian dari SERALIKOCI (Sekolah Ramah Lingkungan Kota Cimahi). Program tersebut melibatkan 94 sekolah di Kota Cimahi untuk mengumpulkan sampah anorganik bernilai ekonomis seperti botol plastik, kardus, dan kertas yang masih dapat didaur ulang.
Menurutnya, gerakan tersebut telah menunjukkan hasil positif. Selama pelaksanaan program sebelumnya pada bulan Ramadan, sekolah-sekolah berhasil mengumpulkan hampir empat ton sampah bernilai jual yang tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.
“Melalui program ini kami ingin membangun kebiasaan memilah sampah sejak dini. Anak-anak tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kota Cimahi berharap peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi titik penguatan gerakan bersama dalam mengurangi timbulan sampah, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mewujudkan Kota Cimahi yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.*
(Red/Bidang IKPS)
