Menu

Mode Gelap
Edukasi dan Sosialisasi Literasi Keuangan serta Pembiayaan APBN MPLS Pancawaluya SMK Wiraswasta Cimahi Tahun Ajaran 2026/2027 PAKAR PBB sebagai Upaya Penguatan Karakter Siswa SMPN 7 Cimahi Pelepasan Mahasiswa Peserta Program PROBIDIK Gema Jawa Barat dan Penanggulangan MoU SMK bersama Dunia Industri Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026-2027 Kota Cimahi Festival Asia Afrika 2026 Meriah, Karnaval Budaya Satukan Semangat Persahabatan Antarbangsa

Olahraga

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Buka Peluang Atlet Profesional Tampil di Level Internasional

badge-check

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Buka Peluang Atlet Profesional Tampil di Level Internasional Perbesar

SAMBAS MEDIA – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tengah mengkaji mekanisme bagi atlet yang ingin berkarier di luar pemusatan latihan nasional (pelatnas).

“Intinya kami tidak membedakan atlet tersebut berada di pelatnas atau luar pelatnas, yang terpenting mereka adalah atlet anggota PBSI yang membela dan mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional,” kata Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.

Kebijakan ini menjadi perhatian karena tak sedikit pemain yang memilih jalur profesional dan memiliki prestasi gemilang.

Misalnya ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang saat ini menempati peringkat ketujuh dunia. Mereka menunjukkan performa apik dengan melaju mencapai semifinal BWF Super 1000 All England 2025 dalam penampilan perdananya.

Selain itu, ada juga ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja yang musim ini dua kali menjadi runner-up di Super 300 German Open, Super 300 Orleans Masters, dan menjadi juara di International Challenge Polish Open 2025.

Selain itu, PBSI juga menerapkan sistem baru dalam promosi dan degradasi atlet di pelatnas.

Jika sebelumnya evaluasi dilakukan setiap enam bulan hingga satu tahun, kini atlet bisa saja terdegradasi kapan saja tanpa harus menunggu periode tertentu. Kebijakan ini juga berlaku dalam perekrutan atlet dari klub ke pelatnas.

“Setiap atlet akan dipantau performanya melalui pencapaian prestasi di turnamen BWF dan multievent, progress kemajuan dari segi teknik, fisik dan juga data-data pendukung. Hal ini yang akan menjadi bahan pertimbangan tim pelatih untuk mengambil keputusan,” kata Eng Hian.

Penerapan sistem yang lebih ketat ini bertujuan mempercepat regenerasi pemain sekaligus memberikan kesempatan bagi atlet muda berbakat untuk tampil di turnamen internasional.

“Saya berharap kebijakan ini dapat meningkatkan daya saing atlet Indonesia di level dunia dan memastikan pelatnas diisi oleh pemain yang benar-benar layak,” kata Eng Hian.

Sebagai bagian dari implementasi kebijakan ini, Eng Hian bersama Wakil Ketua Umum PBSI, Taufik Hidayat, menggelar pertemuan dengan para pemain senior.

Dalam pertemuan tersebut, PBSI memberikan motivasi sekaligus mendengarkan aspirasi serta kebutuhan para atlet agar mereka bisa berlatih dengan nyaman dan fokus mengejar prestasi

“Pemain senior memiliki waktu bermain yang lebih terbatas. Karena itu, mereka harus memiliki komitmen tinggi selama berada di pelatnas dan memaksimalkan kesempatan yang ada untuk meraih prestasi terbaik,” kata Eng Hian**

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

APAK Jabar Serahkan Laporan Dugaan Penyimpangan ke Inspektorat Kota Bandung, Desak Pengawasan Diperketat

18 Juni 2026 - 14:00 WIB

Sulthan Hasbi, Siswa SD dari Baleendah Tembus 14 Besar Liga Jabar Istimewa

23 April 2026 - 15:00 WIB

Tim Futsal MAN Kota Cimahi Raih Juara 2 di Yuzu Futsal Tournament 2026

16 Februari 2026 - 16:45 WIB

Bima FA Champions di Ajang Bandung Academy Futsal Cup U-12

28 Desember 2025 - 15:18 WIB

Markus Haris Maulana Apresiasi JJL 2025: Turnamen Ini Harus Berlanjut Tiap Tahun

8 Desember 2025 - 23:31 WIB

Trending di Olahraga