Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan bahwa penguatan sistem keamanan informasi merupakan fondasi utama dalam pengelolaan data kependudukan di era digital. Ia menilai, data administrasi kependudukan memiliki nilai strategis yang tinggi sehingga harus dijaga dengan standar keamanan yang ketat.
“Data kependudukan ini sangat penting dan sensitif. Ketika sistem keamanannya sudah terjamin, maka integrasi data dengan berbagai layanan lainnya bisa dilakukan secara optimal,” ujarnya.
Adhitia menekankan bahwa Indonesia sebenarnya telah memiliki fondasi kuat melalui penerapan KTP elektronik (e-KTP). Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana mengintegrasikan data tersebut secara luas tanpa mengabaikan aspek keamanan.“Indonesia sudah selangkah lebih maju dengan e-KTP. Tantangannya sekarang adalah integrasi data, dan itu harus didukung dengan sistem keamanan yang kuat agar tidak menimbulkan risiko kebocoran,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan, tingginya nilai strategis data kependudukan justru menghadirkan tantangan besar. Integrasi langsung melalui chip e-KTP berpotensi menimbulkan kerawanan kebocoran apabila sistem pengamanannya belum sepenuhnya andal. Ancaman peretasan pun kian meningkat seiring tingginya nilai jual data tersebut di pasar gelap global.
























