Ketua Komite SMKN 13 Bandung Belinda W Dwiyana menambahkan bahwa SAMEN 13 sebagai usaha mengejawantahkan hasil pembelajaran para siswa selama satu tahun. Konsep awal SAMEN 13 disampaikan oleh wakasek kurikulum Nina Koswara, hal ini sebagai konsep baru yang harus didukung karena bagi rapor biasanya di dalam kelas tetapi di SAMEN 13 dibentuk dalam bagi rapor tetapi pakai tenda.
Pada kegiatan SAMEN 13 ini dimanfaatkan pula sebagai pra latihan menghadapi gebyar karya yang akan dilaksanakan pada bulan September 2026. Kegiatan ini pun didukung pula oleh para alumni khususnya alumni yang saat ini bertugas di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Bandung, yang di hari pertama ikut serta dengan membawa mobil guna menjual produk sembako, sayur serta daging dengan harga murah, serta pembagian madu gratis oleh alumni SMKN 13 Bandung. Pada kegiatan bazar baju bekas layak pakai, tas, kerudung, kaos dan lain lain, sangat disambut oleh para orang tua, hasil penjualan dari produk yang dijual akan masuk pada kas sosial sekolah. Dengan kegiatan SAMEN 13 diharapkan muncul pula sikap kolaborasi tanpa batas antara orang tua dengan manajemen sekolah, sehingga masing masing pihak berdaya guna memberikan yang terbaik bagi kemajuan para siswa dan sekolah, tutur Belinda.
Pada kegiatan SAMEN 13 ini berbagai penampilan hasil akhir karya siswa yang berhubungan dengan capaian kompetensi sesuai levelnya. Juga sajian workshop sederhana seputar keterampilan siswa diluar kompetensi di sekolah yaitu teh rambut jagung, teh buah naga, aroma terapy dengan bahan utama cengkeh, pemberian penghargaan bagi para juara dan siswa berprestasi, konsultasi orang tua siswa kepada wali kelas serta para orang tua langsung mengunjungi stand yang memamerkan berbagai karya para siswa.*
(Red)
