Menu

Mode Gelap
Edukasi dan Sosialisasi Literasi Keuangan serta Pembiayaan APBN MPLS Pancawaluya SMK Wiraswasta Cimahi Tahun Ajaran 2026/2027 PAKAR PBB sebagai Upaya Penguatan Karakter Siswa SMPN 7 Cimahi Pelepasan Mahasiswa Peserta Program PROBIDIK Gema Jawa Barat dan Penanggulangan MoU SMK bersama Dunia Industri Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026-2027 Kota Cimahi Festival Asia Afrika 2026 Meriah, Karnaval Budaya Satukan Semangat Persahabatan Antarbangsa

Pendidikan

Seminar Speak in Silence Organisasi Teach For Indonesia Student Community Binus University

Perbesar

SAMBAS MEDIA, BANDUNG – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teach For Indonesia Student Community Binus University adakan seminar Speak in Silence dengan mengusung tema Connecting Through Signs yang dilaksanakan di ruang 903 Binus University Bandung, Sabtu (20/12/2025).

Dalam sambutannya Project Manger seminar Speak in Silence Binus University Annette Talethia menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 29 peserta yang berasal dari berbagai fakultas di Binus University. Kegiatan seminar ini diadakan guna lebih menyadarkan lagi bagi mahasiswa khususnya untuk belajar bahasa isyarat Indonesia, sehingga hal ini bisa menjadi bekal guna selalu berinteraksi dan berkomunikasi dengan Baraya Tuli sebagai satu saudara. Kedepannya Annette berharap animo masyarakat khususnya mahasiswa untuk mempelajari bahasa isyarat Indonesia lebih meningkat lagi sehingga menjadi bekal terciptanya komunikasi yang baik dengan Baraya Tuli.

Hadir dalam seminar Speak in Silence UKM Teach For Indonesia Student Community Binus University ini sebagai narasumber Asri Anggraeni Putri yang menyampaikan materi sesuai dengan tema “Connecting Through Signs.” Dalam pemaparannya ia menjelaskan bahwa penggunaan bahasa visual atau lainnya untuk menjembatani kesenjangan komunikasi, membangun komunitas, mengekspresikan budaya, dan menumbuhkan pemahaman yang mendalam, melampaui kata-kata lisan melalui gerak tubuh, ekspresi wajah, dan identitas budaya bersama.

Asri Anggraeni Putri menyampaikan materi lainnya terkait Dunia dan Budaya Tuli, ia menyampaikan bahwa budaya Tuli adalah keyakinan, nilai, tradisi, dan bahasa yang dinilai oleh komunitas orang Tuli, bukan hanya sekedar kondisi media. Kami menggunakan bahasa isyarat sebagai alat komunikasi utama dan melihat identitas melalui bahasa dan budaya, bukan sekedar tentang pendengaran. Istilah “Tuli” dengan T besar digunakan pada identitas budaya, berbeda dengan “tuli” dengan huruf kecil yang merujuk pada kondisi medis, ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MPLS Pancawaluya SMK Wiraswasta Cimahi Tahun Ajaran 2026/2027

15 Juli 2026 - 14:00 WIB

PAKAR PBB sebagai Upaya Penguatan Karakter Siswa SMPN 7 Cimahi

14 Juli 2026 - 15:00 WIB

Jambore GTK PAUD Kabupaten Subang 2026 Resmi Dibuka, Wujudkan Guru PAUD yang Inovatif dan Profesional

10 Juli 2026 - 13:00 WIB

Film Scholar Indonesia Press Luncurkan Program Penerbitan Buku Gratis untuk Guru Broadcasting dan Film

7 Juli 2026 - 15:39 WIB

SMK Widya Dirgantara bersama Kodim 0618/Kota Bandung gelar Korps Kadet Republik Indonesia

3 Juli 2026 - 15:02 WIB

Trending di Pendidikan
Exit mobile version