“Pendidikan harus mengubah karakter. Anak-anak kita harus mandiri dan tangguh. Kurikulum SMK harus aplikatif, teori cukup di kelas satu, sisanya kembangkan program magang untuk memberikan pengalaman nyata, sekaligus menekan biaya pendidikan,” ujarnya.
Ketua Yayasan SMK Mitra Industri MM2100, Darwoto pun mengapresiasi kolaborasi ini. la mengaku siap melakukan supervisi dan akselerasi agar industri merasa nyaman beroperasi di Jawa Barat dan masyarakat merasakan manfaat nyata dari kehadiran kawasan industri tersebut.

Senada, Dirjen Pendidikan Vokasi (2020-2022), Wikan Sakarinto menilai langkah ini sebagai gebrakan konkret. Menurutnya, adopsi success story dari sekolah seperti SMK Mitra Industri MM2100 ke SMK lain di Jabar akan mempercepat implementasi teaching factory dan project based learning yang selaras dengan kebutuhan global.*
(Red/Disdik Jabar)

























