Ngatiyana menjelaskan, selama ini rumah sakit masih identik dengan rasa sakit, ketakutan, dan kecemasan. Paradigma tersebut harus diubah agar rumah sakit menjadi ruang yang memberikan rasa nyaman, tempat masyarakat berkonsultasi mengenai kesehatan, memperoleh edukasi, hingga melakukan upaya pencegahan penyakit sebelum kondisi menjadi lebih berat.
Menurutnya, perubahan tersebut sejalan dengan arah pembangunan sektor kesehatan yang menempatkan aspek promotif dan preventif sebagai bagian penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Kajian rebranding yang dilakukan tidak disusun secara instan. Pemerintah Kota Cimahi bersama PT MarkPlus Indonesia melaksanakan serangkaian tahapan mulai dari in-depth interview, focus group discussion bersama tokoh masyarakat, lokakarya internal, hingga finalisasi kajian. Seluruh proses tersebut dilakukan untuk memastikan identitas baru rumah sakit lahir dari kebutuhan masyarakat sekaligus mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.

Berdasarkan hasil kajian tersebut, nama RSUD Cibabat disepakati berubah menjadi RSUD Wijaya Mulya. Nama tersebut dipilih karena memiliki makna filosofis yang kuat. “Wijaya” dimaknai sebagai kemenangan atau keberhasilan, sedangkan “Mulya” menggambarkan kemuliaan dan harapan untuk kembali sehat. Filosofi tersebut selaras dengan semangat rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik yang dilakukan dengan hati, sehingga setiap pasien memperoleh kesempatan untuk pulih dan kembali menjalani kehidupan dengan sehat dan bermartabat.
“RSUD Wijaya Mulya berarti melayani dari hati. Rumah sakit harus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang ekonomi, status sosial, maupun jenis pembiayaannya. Yang utama adalah keselamatan pasien dan pelayanan yang tulus,” kata Ngatiyana.



























