Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira menegaskan bahwa investasi pada mitigasi terbukti jauh lebih efisien dibandingkan penanganan pascabencana. “Setiap satu rupiah yang dikeluarkan untuk mitigasi dapat menghemat empat hingga tujuh kali lipat biaya yang harus ditanggung saat bencana terjadi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus memperkuat urgensi pengarusutamaan mitigasi dalam perencanaan pembangunan daerah.
Ia juga menambahkan, kondisi geografis Cimahi yang berada di wilayah rawan bencana menjadikan aspek kebencanaan sebagai variabel penting dalam pembangunan berkelanjutan. Hal ini tercermin dalam dokumen perencanaan daerah, termasuk integrasi mitigasi dalam perizinan bangunan, tata ruang, hingga kebijakan infrastruktur yang berorientasi pada pengurangan risiko.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan masyarakat dari berbagai kelurahan, termasuk unsur ketua RT dan karang taruna. Mereka dibekali pemahaman praktis mengenai langkah pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan saat dan setelah bencana. Materi yang disampaikan mencakup simulasi evakuasi, pengenalan tanda-tanda bencana, serta pentingnya membangun sistem peringatan dini di tingkat lingkungan.


























