Selain itu, peserta juga didorong untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memicu banjir, melakukan penghijauan untuk mencegah longsor, serta memastikan kesiapan jalur evakuasi dan titik kumpul di wilayah masing-masing. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Hingga saat ini, penanganan bencana di Cimahi dinilai menunjukkan capaian positif, terutama dalam aspek respons cepat terhadap kejadian darurat. Namun demikian, pemerintah menekankan bahwa fase pemulihan tetap membutuhkan koordinasi lintas sektor serta waktu yang tidak singkat. Oleh karena itu, penguatan mitigasi dinilai sebagai strategi paling efektif untuk meminimalkan dampak di masa mendatang.

Dalam kegiatan sosialisasi mitigasi bencana tersebut juga di sosialisasikan aplikasi KANDAGA (Kanal Dokumen Administrasi Terintegrasi) sebuah inovasi dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi dalam mitigasi bencana. KANDAGA adalah “Brankas Digital” gratis untuk setiap warga Cimahi. Melalui KANDAGA, masyarakat dapat menyimpan salinan resmi dokumen kependudukan dan pendidikan secara aman, dan memperkecil kehilangan dokumen pasca terjadinya bencana bila sewaktu waktu terjadi. Kelebihan kandaga 1) Gratis, KANDAGA dapat diakses secara gratis tanpa biaya apapun; 2) Aman, terkunci dengan sistem login dan hak akses; 3) Mitigasi, dokumen fisik boleh rusak karena bencana, tapi cadangannya tetap bisa diakses untuk pengurusan baru.*
(Red/Bidang IKPS)



























