Wabup Bandung menyebutkan bahwa negara Jepang dan Korea mengahadapi masalah kekurangan tenaga kerja, sebagai akibat dari menurutnya angka kelahiran dan meningkatnya jumlah penduduk lansia. Hal itu menyebabkan jumlah penduduk usia produktif menjadi menurun.
Dijelaskan, pendidikan Indonesia dengan usia produktif berjumlah 71 persen, sangat memungkinkan Indonesia dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja tersebut.
“Hal ini menjadi latar belakang adanya perjanjian kemitraan antara kedua negara tersebut dengan Indonesia dalam rangka pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) baik antar pemerintah maupun swasta,” ujarnya.
Melalui pelatihan magang ini, Wabup Ali Syakieb berbagai para peserta mampu menggali potensi diri, menciptakan peluang, dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bandung.
“Semoga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat dan membawa kemajuan bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar. Semoga kerja keras dan sinergi kita bersama dapat menghasilkan generasi muda yang tangguh dan inovatif,” ujarnya.
Ali Syakieb mengungkapkan bahwa para pekerja itu untuk mencari pengalaman di Jepang, dan setelah sukses jangan lupa pulang lagi ke Indonesia, khususnya ke Kabupaten Bandung.
“Saat pulang lagi ke Kabupaten Bandung bisa membuka lapangan kerja untuk membantu Kabupaten Bandung dalam upaya mengurangi angka pengangguran,” katanya.

























