“Dari Jepang, para peserta belajar bahwa olahraga tidak hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang kolaborasi untuk kebaikan bersama. Semangat menjaga kebersihan, ketepatan waktu, dan kerja tim yang mereka saksikan harus menjadi praktik nyata ketika kembali ke Indonesia,” tutur Esa.
Salah satu peserta, Hana Agustina, siswa SMK Negeri 13 Bandung, mengatakan rasa kagumnya terhadap sistem pendidikan dan budaya disiplin Jepang. “Di Suito High School, kami melihat bagaimana siswa Jepang menghormati guru, menjaga kebersihan sekolah, dan bekerja sama dalam setiap kegiatan. Hal itu membuat kami ingin menerapkan hal serupa di sekolah kami di Indonesia,” ucapnya.

Peserta lainnya, Abdurraffa M. Amri, juga dari SMK Negeri 13 Bandung, menambahkan pengalamannya saat kunjungan ke klub Gamba Osaka dan menyaksikan final Levain Cup. “Kami belajar bahwa sepak bola bukan hanya tentang menang atau kalah, tapi juga tentang menghormati lawan, mendukung tim dengan tertib, dan menjaga lingkungan sekitar stadion tetap bersih. Itu adalah nilai sportivitas yang luar biasa,” katanya.*
(Red)

























