“Pendidikan pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia, di mana proses dilaksanakan dengan asah, asih, dan asuh. Pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, kemandirian, dan kepribadian yang utuh,” ujarnya.
Ngatiyana menyoroti masih adanya berbagai persoalan pendidikan yang memerlukan penyelesaian serius. Persoalan tersebut meliputi kesenjangan kualitas antar satuan pendidikan, terbatasnya sarana pembelajaran yang adaptif terhadap digitalisasi, tantangan literasi dan numerasi dasar, serta masalah perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah.

“Di sisi lain, kita juga masih menghadapi tantangan dalam pemerataan akses pendidikan yang inklusif, peningkatan kompetensi guru, dan penguatan keterlibatan orang tua dalam proses belajar anak. Ini bukan masalah kecil, ini adalah pekerjaan besar yang menentukan masa depan Kota Cimahi,” tambahnya.
Sehubungan dengan hal itu, Wali Kota menegaskan komitmen Pemkot Cimahi untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui pendekatan yang terukur dan berkelanjutan. Langkah-langkah penyelesaian meliputi revitalisasi satuan pendidikan, penguatan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, serta membangun sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, sejalan dengan arah kebijakan nasional.

























