“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sekolah tidak bisa berjalan sendiri, guru tidak boleh ditinggalkan sendiri. Kita membutuhkan komitmen seluruh stakeholder, orang tua harus hadir dalam pendidikan anaknya,” tegas Ngatiyana.
Dirinya juga menekankan peranan masyarakat sebagai lingkungan yang mendidik, dunia usaha sebagai mitra pembangunan sumber daya manusia, dan media sebagai ruang edukasi di samping penyebaran informasi. Hal tersebut sesuai dengan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, bahwa pendidikan bermutu untuk semua hanya dapat terwujud jika empat pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, dan media, berjalan dalam satu irama.
“Saya ingin menekankan tiga hal penting yakni pemikiran yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus. Tanpa ketiganya, pendidikan hanya akan menjadi rutinitas administratif, bukan gerakan peradaban,” ujarnya.
Kepada media, Wali Kota turut menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan bersama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) melakukan jemput bola dengan merangkul masyarakat yang tidak melanjutkan sekolah, untuk mengenyam pendidikan kesetaraan nonformal Paket A hingga Paket C. Pemkot Cimahi juga membantu membiayai masyarakat yang kurang mampu untuk tetap bisa bersekolah.
