Menu

Mode Gelap
Mahasiswa INU Ciamis Desak Penelusuran Dugaan Intimidasi dan Kebocoran Informasi Aksi Demonstrasi STIKOM Bandung Dorong Mahasiswa Adaptif di Era Disrupsi Digital Lewat STIKOM Expo 2026 Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi Gelar Konferensi Pers Terkait Rebranding RSUD Cibabat GAUL 2026 Hadirkan Kolaborasi Ekonomi Kreatif, Film Ra.ha.yu Jadi Simbol Sinergi Lintas Sektor IRPRO 2026 Sukses Digelar di Bandung, Satukan Peneliti Muda dari 12 Negara dalam Ajang Inovasi Global Disdikbud Kabupaten Subang Laksanakan Uji Kompetensi Guru, Kasubag Umpeg Turut Awasi Pelaksanaan di SMPN 4 Subang

Pemerintahan

Vaksinasi Rabies dan Kebiri Kucing Jantan di Peringatan World Rabies Day (WRD) 2025

badge-check

Vaksinasi Rabies dan Kebiri Kucing Jantan di Peringatan World Rabies Day (WRD) 2025 Perbesar

Adhitia menyatakan, Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen menjaga zero kasus rabies sejak tahun 1996, sebuah prestasi yang harus dipertahankan. Untuk itu, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli dan berperan aktif dalam pencegahan penyakit tersebut. “Kita berencana meningkatkan Puskeswan agar lebih sempurna, bahkan nanti ada hotel hewan dan rumah sakit hewan. Perputaran ekonomi dari tren memelihara hewan peliharaan secara nasional mencapai Rp36 triliun, dan Cimahi harus menyambut potensi ini,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi Tita Mariam menjelaskan, Hari Rabies Sedunia diperingati setiap tanggal 28 September untuk mengenang wafatnya Louis Pasteur, ilmuwan yang mengembangkan vaksin rabies. Momentum ini sekaligus menjadi sarana kampanye untuk mewujudkan cita-cita bersama Jawara (Jawa Bebas Rabies) 2029. Saat ini ada 26 provinsi yang menjadi endemis rabies, tapi hanya 11 provinsi yang bebas rabies yakni Kepulauan Riau, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Papua Barat, Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. “Saat ini, Kota Cimahi masih dinyatakan bebas terhadap penyakit rabies di mana kasus terakhir terjadi pada 1996 walaupun kasus gigitan HPR masih tetap terjadi,” jelas Tita.

Kadispangtan mengungkap bahwa pada tahun 2026, pihaknya akan membuat shelter pemeliharaan kucing liar, mengingat banyaknya masyarakat yang membuang hewan tersebut di sembarang tempat. Dispangtan juga giat melakukan sosialisasi dan pembinaan akan pentingnya vaksinasi hewan peliharaan. “Kita juga tidak hanya hari ini melaksanakan vaksinasi, tapi kita berkeliling di 15 kelurahan, jadi kita langsung on the spot. Di kelurahan sudah diinformasikan ada kegiatan untuk vaksinasi rabies dan flu burung. Gratis semuanya, tidak ada yang berbayar,” pungkasnya.

Acara yang dirangkaikan dengan peresmian kader pemantauan dan tindakan cepat kejadian zoonosis, kampanye dan edukasi bahaya rabies, GPM dan bazar petani milenial ini didukung dan dihadiri oleh Ketua Himpunan Alumni IPB Harjono, unsur BJB, unsur PDHI (Persatuan Dokter Hewan Indonesia) Jabar 1, dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat.***

(Red/Bidang IKPS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi Gelar Konferensi Pers Terkait Rebranding RSUD Cibabat

30 Juli 2026 - 14:00 WIB

Program Pengabdian Masyarakat Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Bandung Kembangkan Instrumen Evaluasi Pengetahuan CPPB-IRT

22 Juli 2026 - 14:00 WIB

Sosialisasi Hasil Kajian Rebranding RSUD CIBABAT menjadi RSUD Wijaya Mulya

21 Juli 2026 - 13:00 WIB

Edukasi dan Sosialisasi Literasi Keuangan serta Pembiayaan APBN

16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Pelepasan Mahasiswa Peserta Program PROBIDIK Gema Jawa Barat dan Penanggulangan MoU SMK bersama Dunia Industri

14 Juli 2026 - 10:00 WIB

Trending di Pemerintahan