Adhitia menyatakan, Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen menjaga zero kasus rabies sejak tahun 1996, sebuah prestasi yang harus dipertahankan. Untuk itu, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli dan berperan aktif dalam pencegahan penyakit tersebut. “Kita berencana meningkatkan Puskeswan agar lebih sempurna, bahkan nanti ada hotel hewan dan rumah sakit hewan. Perputaran ekonomi dari tren memelihara hewan peliharaan secara nasional mencapai Rp36 triliun, dan Cimahi harus menyambut potensi ini,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi Tita Mariam menjelaskan, Hari Rabies Sedunia diperingati setiap tanggal 28 September untuk mengenang wafatnya Louis Pasteur, ilmuwan yang mengembangkan vaksin rabies. Momentum ini sekaligus menjadi sarana kampanye untuk mewujudkan cita-cita bersama Jawara (Jawa Bebas Rabies) 2029. Saat ini ada 26 provinsi yang menjadi endemis rabies, tapi hanya 11 provinsi yang bebas rabies yakni Kepulauan Riau, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Papua Barat, Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. “Saat ini, Kota Cimahi masih dinyatakan bebas terhadap penyakit rabies di mana kasus terakhir terjadi pada 1996 walaupun kasus gigitan HPR masih tetap terjadi,” jelas Tita.

Kadispangtan mengungkap bahwa pada tahun 2026, pihaknya akan membuat shelter pemeliharaan kucing liar, mengingat banyaknya masyarakat yang membuang hewan tersebut di sembarang tempat. Dispangtan juga giat melakukan sosialisasi dan pembinaan akan pentingnya vaksinasi hewan peliharaan. “Kita juga tidak hanya hari ini melaksanakan vaksinasi, tapi kita berkeliling di 15 kelurahan, jadi kita langsung on the spot. Di kelurahan sudah diinformasikan ada kegiatan untuk vaksinasi rabies dan flu burung. Gratis semuanya, tidak ada yang berbayar,” pungkasnya.
Acara yang dirangkaikan dengan peresmian kader pemantauan dan tindakan cepat kejadian zoonosis, kampanye dan edukasi bahaya rabies, GPM dan bazar petani milenial ini didukung dan dihadiri oleh Ketua Himpunan Alumni IPB Harjono, unsur BJB, unsur PDHI (Persatuan Dokter Hewan Indonesia) Jabar 1, dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat.***
(Red/Bidang IKPS)

























