Menu

Mode Gelap
Kejati Jabar Gelar Kegiatan Penyuluhan Hukum Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Padalarang Kolaborasi CSA Indonesia, Q-SYS, dan Shure Hadirkan Pusat Teknologi Terintegrasi Jaksa Sahabat Guru Ciptakan Sekolah yang Aman dan Nyaman, Anti Bullying serta Anti Kekerasan Gentra Lestari Budaya hadir di Paguyuban BANDUNGARIUNG Membawa UMKM Lokal ke Global Ketua Umum DePA-RI Minta Menteri Haji Tidak Ceroboh Soal War Tiket Haji Road to YKABF 2026 Digelar, Picu Antusiasme Menuju Perhelatan Utama

Pemerintahan

Penguatan Sistem SI-RUKUN, Ciptakan Jawa Barat yang Semakin Damai, Harmonis dan Sejahtera

badge-check

Penguatan Sistem SI-RUKUN, Ciptakan Jawa Barat yang Semakin Damai, Harmonis dan Sejahtera Perbesar

SAMBAS MEDIA, BANDUNG – Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Penguatan Early Warning System (EWS) SI-RUKUN untuk Jawa Barat yang Damai dan Harmoni di Aula Utama Kanwil Kemenag Jabar, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat deteksi dini serta mitigasi potensi konflik keagamaan di tengah masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, dalam sambutan dan arahannya menegaskan bahwa penguatan sistem peringatan dini menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika sosial keagamaan yang semakin kompleks. “Jawa Barat memiliki tantangan tersendiri terkait kerukunan umat beragama. Karena itu, penguatan early warning system ini harus menjadi solusi dalam upaya pencegahan konflik sosial di masyarakat,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa berbagai persoalan yang terjadi di sejumlah daerah, seperti di Tasikmalaya dan Karawang, harus menjadi bahan evaluasi sekaligus pembelajaran untuk memperkuat mitigasi konflik sejak dini.

“Peristiwa yang terjadi di lapangan harus kita respons dengan cepat dan tepat. Ini penting agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas,” tambahnya.

Menurutnya, peran strategis Kementerian Agama tidak hanya pada aspek pelayanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga harmoni dan kerukunan umat beragama, sejalan dengan program prioritas Menteri Agama.

H. Dudu Rohman juga mengakui bahwa Jawa Barat kerap mendapat sorotan terkait isu intoleransi. Namun di sisi lain, indeks kerukunan umat beragama di wilayah ini menunjukkan tren peningkatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pentingnya Penguatan Peran Komite dalam Peningkatan Kualitas Madrasah Aliyah

15 April 2026 - 10:00 WIB

Audiensi Kakanwil Kemenag Jabar dan PGMM Bahas Kesejahteraan Guru Madrasah

13 April 2026 - 15:00 WIB

Wujudkan Manusia Hebat, Kakanwil Ingin Jawa Barat Menjadi Kota Madrasah

12 April 2026 - 13:00 WIB

Disdik Jabar kembali Gelar Uji Publik SPMB 2026 Persiapkan Proses Penerimaan yang Lebih Terarah

10 April 2026 - 13:00 WIB

Penyaluran Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

10 April 2026 - 12:00 WIB

Trending di Pemerintahan