Namun, perkembangan itu turut menghadirkan pertanyaan mengenai hak cipta, kepengarangan, replikasi digital performer, perubahan lapangan kerja, serta tanggung jawab profesional industri film.
Forum juga membahas masa depan kolaborasi Asia Tenggara melalui riset bersama, pertukaran mahasiswa, produksi film lintas negara, festival, serta proyek berbasis komunitas.
Di tengah percepatan AI, satu gagasan menjadi benang merah forum: teknologi dapat memperluas kemampuan manusia, tetapi kreativitas, etika, konteks budaya, dan tanggung jawab tetap harus berada di tangan manusia.*
(Red)


























