Adhitia menambahkan, kegiatan apel ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Cimahi dalam menyiapkan potensi personel dan peralatan. “Hari ini kita pastikan seluruh unsur siaga. Kita cek lapangan, kelengkapan, serta sinergi antar instansi agar semua siap bila sewaktu-waktu bencana terjadi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Cimahi telah menetapkan status Siaga Bencana Hidrometeorologi. Dengan penetapan ini, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya BPBD, telah menyiapkan langkah-langkah penanganan yang sistematis dan terukur. “Status siaga sudah berlaku. BPBD Cimahi bersama OPD teknis lain sudah memiliki rencana kontingensi yang lengkap dan SOP yang jelas. Jadi kalau terjadi bencana secara tiba-tiba, semua sudah tahu apa yang harus dilakukan. Kesiapan kita sudah lebih baik dari sebelumnya,” paparnya.
Lebih lanjut, Adhitia mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 Pemkot Cimahi akan mulai membangun sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di seluruh kelurahan. “Tahun depan Cimahi akan memiliki satu EWS per kelurahan. Sistem ini akan terintegrasi dengan aplikasi digital yang bisa diakses masyarakat sehingga informasi potensi bencana bisa diketahui lebih cepat,” jelas Adhitia.
Dengan meningkatnya potensi hujan deras dan cuaca ekstrem hingga Januari mendatang, Wakil Wali Kota mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan tanpa perlu panik.“Sampai Januari nanti kita harus siap siaga. Karena intensitas hujan akan sangat tinggi. Lebih baik sedia payung sebelum hujan daripada hujan turun baru cari payung,” ujarnya.
