“Melalui penebaran bibit ikan bogo dan eco-enzyme, kami ingin memberikan pengalaman bermakna bagi anak-anak bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari langkah kecil yang menyenangkan,” tuturnya.
Di sisi lain, Mang Dian selaku Founder Komunitas Masagi Tjibogo, menyambut baik kolaborasi ini sebagai wadah edukasi bagi anak mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam, sekaligus memperingati hari air dunia 22 maret 2026.
Begitu pula, Bagus Irawan, S.Pd selaku tim manajemen biMBA-AIUEO Unit Sukawarna menuturkan bahwa, kesadaran tentang pentingnya menjaga alam dan lingkungan harus di tanamkan sejak kecil, agar ketika beranjak dewasa, anak sudah terbiasa untuk menjaga alam dan lingkungan serta mencintainya.
Rangkaian acara dimulai dengan simbolis penebaran bibit ikan bogo ke aliran air oleh Bapak Lurah Sukawarna Dr. R. NANA HADIANA, SE., MM dan Kasi Ekbang Kecamatan Sukajadi yang dibantu oleh para motivator biMBA-AIUEO Unit Sukawarna yaitu miss friska, miss fitri dan miss adel.
























