Kepada media, Kadispangtan menjelaskan, pembentukan kader zoonosis berbasis kelurahan di Kota Cimahi merupakan tindak lanjut atas arahan dari pemerintah pusat. Para kader berperan sebagai perpanjangan tangan dari Dispangtan dalam memantau dan mencegah potensi penyakit hewan menular di kota Cimahi.
“Melalui kader zoonosis ini mereka bisa di lapangan mendeteksi kejadian terkait dengan penyakit-penyakit zoonosis. Mereka itu mendata menyampaikan informasi secepatnya, karena kalau rabies ini sifatnya bahaya, bahayanya kan bisa ke manusianya dan juga ke hewannya,” ujar Tita.
Lebih lanjut lagi, Kadispangtan mengungkap bahwa pihaknya melalui Bidang Peternakan akan berkolaborasi dengan Puskeswan dalam menangani penyebaran penyakit zoonosis. Dengan demikian, kader dapat langsung melapor ke Dinas maupun ke Puskeswan.
“Jadi melalui kader geonosis ini diharapkan informasi cepat nyampe ke kita dan kita cepat menangani dengan baik, jangan sampai ada kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan. Kami dari Dispangtan ingin mewujudkan masyarakat Kota Cimahi yang sehat, terhindar dari penyakit-penyakit yang membahayakan terutama penyakit-penyakit zoonosis,” pungkasnya.
