Menu

Mode Gelap
Edukasi dan Sosialisasi Literasi Keuangan serta Pembiayaan APBN MPLS Pancawaluya SMK Wiraswasta Cimahi Tahun Ajaran 2026/2027 PAKAR PBB sebagai Upaya Penguatan Karakter Siswa SMPN 7 Cimahi Pelepasan Mahasiswa Peserta Program PROBIDIK Gema Jawa Barat dan Penanggulangan MoU SMK bersama Dunia Industri Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026-2027 Kota Cimahi Festival Asia Afrika 2026 Meriah, Karnaval Budaya Satukan Semangat Persahabatan Antarbangsa

Kriminal

Direktur Politeknik Praktisi Bandung Tegas Kecam Ujaran Resbob: Martabat Sunda dan Bobotoh Tidak Boleh Diinjak!

Perbesar

YouTuber Resbob yang diduga menghina suporter Viking dan menyebut identitas Sunda dengan kalimat bernada merendahkan.

SAMBAS MEDIA, BANDUNG – Kontroversi ucapan YouTuber Resbob yang diduga menghina suporter Viking dan menyebut identitas Sunda dengan kalimat bernada merendahkan kembali memantik reaksi keras dari berbagai pihak. Tidak hanya publik dan tokoh masyarakat, kalangan akademisi pun mulai angkat suara.
Salah satu yang memberikan sikap tegas adalah Muhammad Yusuf, Direktur Politeknik Praktisi Bandung.

Dalam wawancara khusus bersama redaksi, Jum’at (12/12/2025), Yusuf menilai ucapan Resbob bukan sekadar luapan emosi sesaat, melainkan bentuk ujaran kebencian berbasis identitas etnis yang berpotensi menimbulkan dampak sosial serius.

“Sebagai Akademisi dan Bobotoh, Saya Mengecam Keras.”
Dalam pernyataannya, Yusuf menyebut bahwa apa yang disampaikan Resbob telah melewati batas toleransi berpendapat di ruang digital.
“Sebagai akademisi, sebagai orang Bandung, dan sebagai bobotoh, saya mengecam keras ucapan tersebut.

Pernyataan itu jelas menghina harkat masyarakat Sunda dan martabat komunitas bobotoh yang selama ini dikenal solid, menjunjung etika, dan tidak pernah menganggu orang lain” tegasnya.
Ia menilai Resbob bukan hanya menyerang kelompok suporter tertentu, tetapi juga menyentuh identitas budaya yang dijunjung tinggi masyarakat Sunda.

Kajian Ilmiah: Ucapan Resbob Masuk Kategori Ujaran Kebencian.
Dalam perspektif ilmiah, Yusuf menjelaskan bahwa ujaran yang menghina kelompok etnis memiliki konsekuensi sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar konten hiburan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Enam Terduga Pelaku Perundungan Siswi di Tana Toraja Diamankan Polisi

30 Mei 2026 - 13:00 WIB

Karyawan Toko Jadi Tersangka Pembunuhan Pasutri di Cisarua, Ditangkap Kurang dari 12 Jam

4 Maret 2026 - 10:00 WIB

Bahar bin Smith Dijerat Pasal Berlapis dalam Kasus Penganiayaan di Tangerang

2 Februari 2026 - 13:35 WIB

Identitas Pria dalam Video Asusila Bareng Lisa Mariana Mulai Terungkap, Polisi Lakukan Pemeriksaan Forensik

25 Juli 2025 - 13:23 WIB

Tragedi Siswa SMA Garut, Pemerintah Soroti Efektivitas Tim Anti-Kekerasan di Sekolah

16 Juli 2025 - 12:52 WIB

Trending di Kriminal
Exit mobile version