Nizar Sungkar, memenuhi syarat dan sangat tepat menjadi Ketua Umum KADIN Jabar, karena dia mantan Ketua KADIN Kerawang, Dewan Pertimbangan KADIN Kerawang, dan beberapa periode menjadi pengurus KADIN Kerawang. Kemudian Nizar adalah pendukung setia Anindya Bakrie dari sejak Munaslub. Nizar sudah menjalankan Motto KADIN : Tabah, Jujur dan Setia.
Sementara Almer tidak memenuhi syarat dan tidak layak menjadi Ketua Umum KADIN Jabar berdasarkan hal-hal berikut :
1. Pelanggaran berat organisasi terjadi manakala Almer mendukung Arsyad Rashid, sebagaimana di ketahui KADINDO terjadi dualisme paska Munaslub. Almer dengan sporadis tanpa etika, menuduh dan menghujat KADIN Indonesia pimpinan Anindya Bakrie hasil Munaslub, sebagai KADIN ilegal, bahkan mengadukan Anindya Bakrie ke Pengadilan. Pelanggaran berat ini sama saja dengan membakar bendera Pataka KADIN, karena Ketua Umum KADIN Indonesia, bagi semua anggota adalah simbol dan marwah KADIN.
2. Tidak membayar gajih 8 (delapan) karyawan, pada sa’at menguasai kantor KADIN Jabar, dan tidak membayar hutang pelaksanaan muprov ilegal 15 Oktober 2024.


























