SAMBAS MEDIA, TASIKMALAYA – Sebagai wujud pelaksanaan peran serta masyarakat sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan dan Pasal 28E UUD 1945, Padepokan Seni Debus dan Pencak Silat SASADU SARASA SADULUR 22-24 Kabupaten Tasikmalaya menyatakan komitmen untuk mendukung dan membantu sosialisasi Program Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Registrasi Ulang Perlindungan Sosial (Perlinsos) Jawa Barat 2027.
“Kami dari Padepokan SASADU ingin program pemerintah ini berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Kami hadir sebagai mitra pemerintah di jalur budaya dengan prinsip Tangguh, Setia, Bersaudara. Kami siap membantu warga agar tidak tertinggal informasi dan tidak menjadi korban calo,” ujar Ketua Padepokan SASADU Sarasa Sadulur 22-24, R. Wawan Hermawan, Kamis (9/10/2026).

Adapun bentuk dukungan yang akan dilaksanakan Padepokan SASADU adalah:
1. Sosialisasi dan Edukasi Berbasis Budaya
Dimulai dari Kecamatan Sukaraja sebagai percontohan, para pendekar SASADU akan melakukan sosialisasi secara santun dari pintu ke pintu di Desa Leuwibudah dan sekitarnya. Materi yang disampaikan adalah informasi resmi mengenai bantuan PKH & BPNT 2027, tata cara pendaftaran melalui laman resmi http://perlinsos.kemensos.go.id menggunakan IKD dan verifikasi wajah, dengan penekanan bahwa seluruh proses gratis tanpa biaya.
2. Pendampingan di Posko Bantuan IKD dan Perlinsos Gratis
Padepokan membuka Posko Bantuan IKD dan Perlinsos Gratis di Sekretariat Padepokan Kp. Desa RT.001/RW.009 Leuwibudah, Sukaraja. Posko ini diperuntukkan membantu warga lansia, penyandang disabilitas, dan warga yang masih gaptek agar tetap terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) 2027. Sesuai ketentuan, batas akhir registrasi adalah 31 Desember 2026.























