“Kami ingin menghadirkan pelayanan akademik yang benar-benar memberikan dampak bagi guru. Pengalaman mengajar, praktik industri, maupun hasil penelitian yang selama ini tersimpan dapat diubah menjadi karya ilmiah yang bermanfaat bagi dunia pendidikan. Program ini menjadi salah satu ikhtiar untuk memperkuat budaya literasi dan publikasi di kalangan pendidik,” ujar Firdaus.
Ia menambahkan, penerbitan buku menjadi salah satu instrumen penting dalam pengembangan kompetensi guru sekaligus kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya pada bidang broadcasting, perfilman, media digital, komunikasi, seni, dan industri kreatif.
Program tersebut juga merupakan hasil kolaborasi strategis antara Film Scholar Indonesia Press dan PERDIBROFI Jawa Barat sebagai organisasi profesi yang menaungi para pendidik broadcasting dan film.
Koordinator Wilayah PERDIBROFI Jawa Barat, Yudi Yuli Krisna, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, keberadaan layanan penerbitan gratis akan membuka kesempatan lebih luas bagi guru SMK untuk mempublikasikan karya akademik dan praktik terbaik yang selama ini dikembangkan di sekolah.
“Kami mendukung penuh program ini karena menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem ilmiah bagi guru SMK, khususnya yang bergerak di bidang broadcasting dan perfilman. Guru memiliki banyak inovasi pembelajaran dan pengalaman industri yang layak dipublikasikan agar dapat menjadi referensi bagi pendidik lainnya,” kata Yudi.
