Adhitia menegaskan bahwa penanganan kemiskinan harus bergeser dari pola bantuan menjadi pemberdayaan yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat. Menurutnya, Program Kampung Sosial dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk membangun masyarakat yang mandiri secara sosial maupun ekonomi dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki setiap wilayah.
“Kampung Sosial merupakan gagasan yang sangat baik dan memiliki potensi untuk direplikasi di seluruh wilayah Kota Cimahi. Kunci keberhasilannya terletak pada kolaborasi semua pihak agar masyarakat mampu menjadi mandiri secara sosial maupun ekonomi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Karena itu, pendekatan pembangunan harus dimulai dari tingkat RT, RW hingga kelurahan agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan dampak yang nyata.
Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi, Totong Solehudin.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi, Totong Solehudin, menjelaskan bahwa Program Kampung Sosial merupakan inovasi pembangunan sosial yang mengintegrasikan aspek kesejahteraan sosial, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal.
Menurutnya, Kota Cimahi yang memiliki luas wilayah terbatas namun tingkat kepadatan penduduk yang tinggi masih menghadapi berbagai tantangan sosial, terutama dalam upaya menurunkan angka kemiskinan. Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), masih terdapat kelompok masyarakat pada desil bawah yang memerlukan intervensi secara terpadu melalui penguatan perlindungan sosial sekaligus pemberdayaan ekonomi.
